Beranda » Informasi & Inspirasi » PROPOLIS UNTUK ASMA

PROPOLIS UNTUK ASMA

Diposting pada 17 October 2020 oleh Ketut Darmawan | Dilihat: 257 kali | Kategori:

RAHASIA PENYEMBUHAN ASMA
DENGAN PROPOLIS

Salam Sehat Untuk Kita Semua…
Dalam Artikel kali ini saya akan berbagi informasi tentang Penyakit Asma yang banyak terjadi di kalangan masyarakat, semoga informasi ini bisa membantu anda yang memerlukan penjelasan maupun pengobatan terhadap penyakit asma. Namun sebelumnya kita simak dulu ulasan tentang apa itu penyakit asma, gejala dan lain sebagainya. selamat membaca artikel ini karena salah satu bentuk kepedulian kita terhadap sesama adalah dengan berbagi informasi yang bermanfaat bagi orang lain.
 

PENGERTIAN ASMA

Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

Meskipun penyebab pasti asma belum diketahui secara jelas, namun ada beberapa hal yang kerap memicunya, seperti asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus, atau bahkan terpapar zat kimia.

Bagi seseorang yang memiliki penyakit asma, saluran pernapasannya lebih sensitif dibandingkan orang lain yang tidak hidup dengan kondisi ini. Ketika paru-paru teriritasi pemicu di atas, maka otot-otot saluran pernapasan penderita asma akan menjadi kaku dan membuat saluran tersebut menyempit. Selain itu, akan terjadi peningkatan produksi dahak yang menjadikan napas terasa berat.  

 
 


Penderita asma di Indonesia

Laporan riset kesehatan dasar oleh Kementrian Kesehatan RI tahun 2013 memperkirakan jumlah pasien asma di Indonesia mencapai 4.5 persen dari total jumlah penduduk. Provinsi Sulawesi Tengah menduduki peringkat penderita asma terbanyak sebanyak 7.8 persen dari total penduduk di daerah tersebut.

Menurut data yang dikeluarkan WHO pada bulan Mei tahun 2014, angka kematian akibat penyakit asma di Indonesia mencapai 24.773 orang atau sekitar 1,77 persen dari total jumlah kematian penduduk. Setelah dilakukan penyesuaian umur dari berbagai penduduk, data ini sekaligus menempatkan Indonesia di urutan ke-19 di dunia perihal kematian akibat asma.

Diagnosis asma

Untuk mengetahui apakah seorang pasien menderita penyakit asma, maka dokter perlu melakukan sejumlah tes. Namun sebelum tes dilakukan, dokter biasanya akan mengajukan pertanyaan pada pasien mengenai gejala apa saja yang dirasakan, waktu kemunculan gejala tersebut, dan riwayat kesehatan pasien serta keluarganya.

Jika seluruh keterangan yang diberikan pada pasien mengarah pada penyakit asma, maka selanjutnya dokter bisa melakukan tes untuk memperkuat diagnosis, misalnya:

  • Spirometri
  • Tes Arus Puncak Ekspirasi (APE)
  • Uji Provokasi Bronkus
  • Pengukuran Status Alergi
  • CT Scan
  • Rontgen

Jika seseorang terdiagnosis mengidap asma saat kanak-kanak, gejalanya mungkin bisa menghilang ketika dia remaja dan muncul kembali saat usianya lebih dewasa. Namun gejala asma yang tergolong menengah atau berat dimasa kanak-kanak akan cenderung tetap ada walau bisa juga muncul kembali. Kendati begitu, asma bisa muncul di usia berapa pun dan tidak selalu berawal dari masa kanak-kanak.

Komplikasi asma

Berikut ini adalah dampak akibat penyakit asma yang bisa saja terjadi:

  • Masalah psikologis (cemas, stres, atau depresi).
  • Menurunnya performa di sekolah atau di pekerjaan.
  • Tubuh sering terasa lelah.
  • Gangguan pertumbuhan dan pubertas pada anak-anak.
  • Status asmatikus (kondisi asma parah yang tidak respon dengan terapi normal).
  • Pneumonia.
  • Gagal pernapasan.
  • Kerusakan pada sebagian atau seluruh paru-paru dan atelektasis.
  • Kematian.


GEJALA ASMA

Gejala utama asma meliputi sulit bernapas (terkadang bisa membuat penderita megap-megap), batuk-batuk, dada yang terasa sesak, dan mengi (suara yang dihasilkan ketika udara mengalir melalui saluran napas yang menyempit). Apabila gejala ini kumat, sering kali penderita asma menjadi sulit tidur.

Tingkat keparahan gejala asma bervariasi, mulai dari yang ringan hingga parah. Memburuknya gejala biasanya terjadi pada malam hari atau dini hari. Sering kali hal ini membuat penderita asma menjadi sulit tidur dan kebutuhan akan inhaler semakin  sering. Selain itu, memburuknya gejala juga bisa dipicu oleh reaksi alergi atau aktivitas fisik.

Gejala asma yang memburuk secara signifikan disebut serangan asma. Serangan asma biasanya terjadi dalam kurun waktu 6-24 jam, atau bahkan beberapa hari. Meskipun begitu, ada beberapa penderita yang gejala asmanya memburuk dengan sangat cepat kurang dari waktu tersebut.

Selain sulit bernapas, sesak dada, dan mengi yang memburuk secara signifikan, tanda-tanda lain serangan asma parah dapat meliputi:

  • Inhaler pereda yang tidak ampuh lagi dalam mengatasi gejala.
  • Gejala batuk, mengi dan sesak di dada semakin parah dan sering.
  • Sulit bicara, makan, atau tidur akibat sulit bernapas.
  • Bibir dan jari-jari yang terlihat biru.
  • Denyut jantung yang meningkat.
  • Merasa pusing, lelah, atau mengantuk.
  • Adanya penurunan arus puncak ekspirasi.

Jangan abaikan jika Anda atau keluarga Anda mengalami tanda-tanda serangan asma di atas. Segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

PENYEBAB ASMA

Penyebab asma secara pasti masih belum diketahui. Meskipun begitu, ada beberapa hal yang dapat memicu kemunculan gejala penyakit ini, di antaranya:

  • Infeksi paru-paru dan saluran napas yang umumnya menyerang saluran napas bagian atas seperti flu.
  • Alergen (bulu hewan, tungau debu, dan serbuk bunga).
  • Paparan zat di udara, misalnya asap kimia, asap rokok, dan polusi udara.
  • Faktor kondisi cuaca, seperti cuaca dingin, cuaca berangin, cuaca panas yang didukung kualitas udara yang buruk, cuaca lembap, dan perubahan suhu yang drastis.
  • Kondisi interior ruangan yang lembap, berjamur, dan berdebu.
  • Pekerjaan tertentu, seperti tukang kayu, tukang las, atau pekerja pabrik tekstil.
  • Stres.
  • Emosi yang berlebihan (kesedihan yang berlarut-larut, marah berlebihan, dan tertawa terbahak-bahak).
  • Aktivitas fisik (misalnya olahraga).
  • Obat-obatan, misalnya obat pereda nyeri anti-inflamasi nonsteroid (aspirin, naproxen, dan ibuprofen) dan obat penghambat beta (biasanya diberikan pada penderita gangguan jantung atau hipertensi).
  • Makanan atau minuman yang mengandung sulfit (zat alami yang kadang-kadang digunakan sebagai pengawet), misalnya selai, udang, makanan olahan, makanan siap saji, minuman kemasan sari buah, bir, dan wine.
  • Alergi makanan (misalnya kacang-kacangan).
  • Penyakit refluks gastroesofageal (GERD) atau penyakit di mana asam lambung kembali naik ke kerongkongan sehngga mengiritasi saluran cerna bagian atas.

Sangat penting untuk mengetahui apa yang kerap memicu munculnya gejala apabila Anda adalah seorang penderita asma. Setelah mengetahuinya, hindari hal-hal tersebut karena itu merupakan cara terbaik bagi Anda untuk mencegah terjadinya serangan asma.

Faktor-faktor risiko asma

Saluran pernapasan orang yang memiliki asma lebih sensitif dan mudah mengalami inflamasi dibandingkan dengan orang-orang normal ketika teriritasi oleh pemicu-pemicu yang telah disebutkan di atas.

Saat gejala asma muncul, saluran pernapasan akan menyempit dan otot-otot di sekitar saluran tersebut mengencang. Selain itu, ada peningkatan peradangan pada lapisan saluran pernapasan dan produksi dahak yang makin menambah penyempitan pada saluran pernapasan.

Dengan menyempitnya bagian-bagian dari saluran pernapasan, maka udara akan lebih sulit mengalir dan penderita menjadi makin sulit bernapas.

Menurut penelitian, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit asma, di antaranya:

  • Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit asma atau
  • alergi atopik (kondisi yang berkaitan dengan alergi, misalnya Alergi makanan dan eksim)
  • Mengidap penyakit bronkiolitis atau infeksi paru-paru saat masih kecil.
  • Lahir dengan berat badan di bawah normal, yaitu kurang dari dua kilogram.
  • Kelahiran prematur, terutama jika membutuhkan ventilator.
  • Terpapar asap rokok saat masih kecil. Pada kasus ibu yang merokok saat hamil, risiko anak untuk menderita asma akan meningkat.


LALU BAGAIMANA KERJA PROPOLIS UNTUK PENYAKIT ASMA ?

Propolis sebagai antioksidan dan anti alergi, akan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga semakin dewasa kepekaan sel antibodi terhadap alergi semakin berkurang dan akhirnya reaksi asma kian jarang dan akhirnya dapat hilang sama sekali.

GEJALA TINDAK BALAS

Yang dimaksud dengan gejala tindak balas adalah reaksi yang terjadi pada saat proses pembongkaran penyumbatan saluran pernapasan setelah mengkonsumsi Propolis, dan reaksi itu bersifat sementara saja tergantung tingkat berat ringannya penyakit dan sistem imunitas penderita. Untuk pengobatan penyakit asma biasanya terjadi gejala tindak balas seperti : sesak napas semakin sering, ada kalanya disertai batuk berdahak, nafsu makan berkurang, terkadang demam dan sakit kepala. Reaksi ini menandakan bahwa Propolis sedang bekerja didalam tubuh, harap jangan hentikan pemakaian karena itu akan menuju ke tahap selanjutnya yaitu penyembuhan penyakit.

DOSIS PROPOLIS

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal tentu dibutuhkan cara pemakaian atau dosis yang tepat, sama halnya dengan obat dokter jika yang diajurkan dosis 3 x 1 terus kita minumnya 1 x 1 maka hasilnya tidak akan maksimal bahkan mungkin tidak ada hasilnya. nah..untuk mendapatkan hasil yang baik Propolis di minum minimal 20 tetes 4 kali sehari baik sebelum ataupun sesudah makan dengan mencapurkan dengan air hangat 1/4 gelas secara rutin setiap hari sampai dirasakan sembuh lalu dosisnya dapat dikurangi untuk proses menjaga stamina dan meningkatkan imunitas tubuh.



Demikian artikel saya kali ini tentang Propolis yang dapat menyembuhkan penyakit asma tentunya dengan izin Tuhan Yang Maha Kuasa, kita Berikhtiar dengan pengobatan herbal yang tersirat dalam semua Kitab suci umat beragama yang membahas tentang LEBAH karena Propolis adalah terbuat dari air liur lebah.
 
Untuk mendapatkan Produk Propolis yang ASLI hanya bisa didapatkan di tiga tempat resmi yaitu :
KANTOR PUSAT MELIA SEHAT SEJAHTERA, STOKIST RESMI, dan MEMBER AKTIF karena tidak diperjualbelikan secara bebas di apotik, toko Obat atau Toko-Toko Online.

Untuk Mendapatkan Informasi Lengkap Tentang Pilihan Produk Melia Propolis Asli dan Melia Biyang Silahkan Klik Banner yang ada dibawah ini !

Sumber Buku       : HALLLO Dokter
Oleh                   : dr. Marianti
 
 Sumber Buku     : Cara Mengatasi Penyakit Dengan
                                  propolis dan HGH
Oleh                  : Dr. YULIANA SARI, MKM
Bagikan

PROPOLIS UNTUK ASMA | Ketut Darmawan

Komentar (1)
  • Citra Hong Kong

    Hello good morning… My is citra…..
    Propolis is really good for me and my family…..
    Sangat luar biasaa kasiatnya😍❤❤❤💪💪💪

    Balas

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Anda Mungkin Suka
Chat via Whatsapp
Dermawan
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Dermawan
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja